Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial dipenuhi dengan berbagai tren self-care yang terlihat mewah dan sempurnaโspa mahal, liburan eksklusif, hingga rutinitas skincare berlapis-lapis. Namun tahun 2024 hingga 2025 menunjukkan perubahan besar dalam cara orang memaknai self-care. Alih-alih mengejar sesuatu yang rumit atau mahal, kini publik lebih tertarik pada self-care realistis yang benar-benar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena ini menjadi salah satu topik paling banyak dibicarakan di TikTok, Instagram, hingga X (Twitter). Kreator konten ramai-ramai membagikan rutinitas sederhana yang lebih jujur, lebih manusiawi, dan jauh dari kesan “sempurna”. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengapa tren ini semakin viral dan apa saja bentuk self-care realistis yang sedang digemari.
Kenapa Self-Care Realistis Jadi Tren?
Self-care dulu sering digambarkan sebagai sesuatu yang glamor. Namun, banyak pengguna media sosial yang mulai merasa tekanan sosial untuk terlihat “sehat dan bahagia” itu justru membuat stres. Rutinitas perawatan diri yang ideal sering kali tidak sesuai kenyataan: mahal, menghabiskan waktu, dan tidak semua orang punya energi untuk menjalaninya setiap hari.
Perubahan tren ini lahir dari rasa jenuh. Orang-orang mulai menyadari bahwa self-care sejati seharusnya bukan tentang mengikuti standar yang dibuat orang lain, melainkan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dan merawat mental sesuai kemampuan.
Dampak pandemi juga memengaruhi pola pikir ini. Masyarakat belajar bahwa kesehatan mental bukan sekadar tentang pelarian mewah, tetapi juga bagaimana menjaga diri di tengah kesulitan. Dari sinilah muncul konsep: self-care yang realistis, tidak menghakimi, dan bisa dilakukan siapa saja.
Ciri-Ciri Self-Care Realistis yang Viral di Sosmed
Tren yang viral ini punya beberapa karakteristik yang membuatnya disukai banyak orang:
1. Sederhana dan Mudah Dilakukan
Tidak perlu biaya besar, tidak perlu waktu panjang. Banyak kreator konten yang menunjukkan self-care ala โkehidupan nyataโ, seperti mencuci piring sambil mendengarkan musik, membereskan kamar, atau sekadar mandi lebih lama.
2. Tidak Perfeksionis
Self-care bukan lagi tentang hidup yang rapi dan estetis. Banyak video memperlihatkan kondisi kamar berantakan, wajah tanpa makeup, atau rutinitas seadanya. Justru kejujuran inilah yang membuat kontennya relatable.
3. Fokus pada Emosi dan Kesehatan Mental
Self-care realistis lebih fokus pada perasaan daripada penampilan. Banyak yang berbagi cara menenangkan diri, menerima kekurangan, hingga membangun kebiasaan kecil yang menjaga kestabilan emosi.
4. Tidak Memaksakan Produktivitas
Self-care bukan tentang menjadi lebih produktif atau mencapai sesuatu. Terkadang self-care berarti berhenti sejenak, bukan terus โupgrade diriโ.
5. Berbasis Kebiasaan Kecil
Tren ini dikenal dengan istilah micro self-care, yaitu kebiasaan mini yang punya dampak besar dalam jangka panjangโmisalnya minum air tepat waktu, tidur lebih cepat, atau lima menit journaling.
Jenis-Jenis Self-Care Realistis yang Sedang Viral
Berikut beberapa bentuk self-care yang paling banyak dibagikan dan disukai pengguna media sosial:
1. Merapikan 1 Sudut Kecil Ruangan
Alih-alih membersihkan seluruh rumah, tren ini mendorong orang untuk cukup membereskan satu sudut sajaโmeja kerja, meja rias, atau rak kecil. Hasilnya cepat terlihat dan tidak menguras tenaga.
2. Slow Morning Routine
Tidak perlu bangun jam 5 pagi seperti rutinitas ala influencer. Slow morning routine lebih menekankan pada pagi hari yang santai: minum air hangat, membuka jendela, atau duduk sebentar menikmati udara.
3. Mematikan Notifikasi untuk Beberapa Jam
Beberapa kreator menekankan pentingnya digital detox singkat. Bukan 24 jam penuh, tapi cukup 1โ2 jam sehari untuk menenangkan pikiran.
4. Journaling 3 Menit
Metode ini viral karena sederhana. Cukup tuliskan tiga hal: apa yang dirasakan hari ini, apa yang disyukuri, dan satu hal kecil yang ingin dilakukan.
5. Self-Care Finansial
Tren yang mulai sering muncul adalah financial self-care, seperti memeriksa pengeluaran, membuat anggaran sederhana, atau menunda belanja impulsif. Semua dilakukan tanpa menghakimi diri.
6. Self-Care dengan Gerakan Tubuh Ringan
Tidak lagi harus olahraga ekstrem. Banyak yang membagikan video peregangan 5 menit, jalan kaki ringan sore hari, atau hanya berdiri di balkon menikmati angin.
7. Makan dengan Mindful
Mindful eating viral karena memberi ruang untuk menikmati makanan tanpa rasa bersalah. Tanpa diet ketat, tanpa aturan rumitโcukup memperhatikan rasa, tekstur, dan kehadiran diri saat makan.
Dampak Positif Tren Ini pada Kehidupan Sehari-Hari
Self-care realistis bukan hanya tren, tetapi gerakan yang membuat banyak orang merasa lebih diterima. Konten-konten kejujuran ini memberikan ruang bagi orang yang merasa kesulitan mengikuti standar tinggi pada tren self-care sebelumnya.
Beberapa dampak positif yang dirasakan:
1. Mengurangi Tekanan Sosial
Tanpa harus terlihat sempurna, audiens merasa lebih ringan dan tidak lagi membandingkan hidup mereka dengan influencer yang selalu tampak โon pointโ.
2. Lebih Konsisten Dibanding Self-Care Mewah
Karena rutinitasnya sederhana, orang lebih mudah menjadikannya kebiasaan sehari-hari.
3. Lebih Baik dalam Mengelola Stres
Kebiasaan kecil tapi konsisten terbukti membantu meredakan stres, menenangkan pikiran, dan menjaga kesehatan mental.
4. Meningkatkan Self-Awareness
Self-care realistis mendorong orang untuk jujur pada perasaan dan kebutuhan diri sendiri, bukan mengikuti standar luar.
Kenapa Konten Self-Care Realistis Mudah Viral?
Ada beberapa alasan kenapa jenis konten ini begitu mudah viral di sosmed:
-
Relatable: hampir semua orang pernah merasa lelah atau overwhelmed, sehingga konten jujur terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata.
-
Natural: tampil apa adanya membuat orang nyaman menonton tanpa merasa โkurang baikโ.
-
Mudah ditiru: audiens bisa langsung mencoba tips yang diberikan tanpa perlu alat mahal.
-
Formatnya cocok untuk video pendek: visual sederhana sangat ideal untuk TikTok dan Reels.
Konten yang tidak dibuat-buat sering kali lebih berdampak karena terasa lebih manusiawi.
Kesimpulan: Self-Care Kini Lebih Nyata dan Lebih Manusiawi
Tren self-care realistis menunjukkan perubahan besar dalam budaya digital. Di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks, masyarakat membutuhkan cara merawat diri yang tidak menghakimi, tidak memaksa, dan tidak rumit. Inilah alasan mengapa tren ini begitu dicintai dan terus menyebar luas di media sosial.
Self-care bukan tentang estetika, tetapi tentang keberlanjutan. Bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang kejujuran. Bukan tentang mengikuti orang lain, tetapi tentang mengenal diri sendiri. Dan tren ini baru saja dimulai.












